For millions of years, mankind lived just like the animals. Then something happened which unleashed the power of our imagination. We learned to talk and we learned to listen... -Stephen Hawking
Sabtu, 19 Maret 2016
" Kebuntuan Negara - Negara Merah "
Dalam tradisi hegel yang mempengaruhi cara berpikir klasik marxisme iatu " proses itu akan terus berlangsung sampai tercapai suatu situasi dimana semua kontradiksi internal terselesaikan. Kontradiksi internal iatu kontradiksi utama yang merupakan hakekat dari dialektika materialis.
Pertanyaanya, dalam kondisi apa dan situasi di zaman apa semua kontradiksi selesai ?
Banyak para penafsir marxisme klasik merujuk pada periodisasi sejarah yang menurut saya cara pandangnya begitu ekonomis sekali. Sejatinya Marx memang dikenal sebagai ekonom pada zamannya. Bicara tahapan tahapan tahapan historis menurut faham marxis tahapan periodesasi dimulai dari komunal primitif, feudal, kapitalisme, sosialisme, berakhir pada cita cita komunisme. Untuk menuju pada tahapan final iatu komunisme, maka cara yang paling dianjurkan oleh kamerad Vladimir Lenin iatu Revolusi Proleriat. Meskipun penafsiran tentang metodologi revolusi itu menjadi perdebatan seru antara Lenin dan Kautsky pra- Revolusi Besar Oktober hingga Eduard Bernstein yang oleh mereka dilaknat menjadi reformis. Historisme berdasarkan pemahaman marxisme klasik pada dialektika materialisme ini kemudian bisa menimbulkan pertanyaan seru
Apa tahapan periodisasi sejarah berikutnya pasca kebuntuan komunisme di negara negara yang menganutnya ? ( lihat RRC dan runtuhnya Uni Sovyet )
Argumentasi nyonya Tatiana Lukman dalam bukunya "Altenatif" begitu menarik, iatu semua kehancuran dikarenakan kaum kaum revisionis yang berkawin dengan komprador. Semua ini menurut " Altenatif " ada karena reform reform kapitalisme. Tapi faktanya negara negara tadi meninggalkan paham MDH secermat apa pun kaum marxis mendiagnosa sebab-musababnya mereka tak akan kembali ke gagasan gagasan lama yang katastrofi dan utopia.
Marx dan Lenin almarhum tlah meleset. Eksistensi pemikiran mereka diantara ada dan tiada. Banyak ilmuwan dan akademisi yang awalnya begitu kagum dengan pemikiran itu malah berbalik menganggap pemikiran ( Materialisme Dialektia Historis ) adalah mesin rusak. Ilmuwan mazhab Frankfrut yang berawal dari epistimologi kiri malah menghancurkan sari pati pemikiran MDH itu sendiri. Sederhananya lagi, mazhab frankfrut ada sebagai kritik terhadap kediktatoran kamerad Stalin.
Bagi saya MDH sebagai filsafat mengalami kebuntuan baik ditafsirkan secara murni ataupun secara revisionis. Karena bicara masalah tafsir berarti satu bagian dengan implementasinya juga
Hegel, Marx dan Feurbach tidak pernah menduga hal yang kekinian yaitu globalisasi sesuai dengan pendapat Giddens. Kajian tentang marxisme dan filsafat konteporer yang saya baca berulang ulang dan jadi bahan diskusi (ditulis oleh bung Martin Surajaya) sungguh " ngejelimet " hanya bisa diterima sebagai ilmu dan bagi saya sulit berdiri di tatanan praxis
Daftar pustaka
"Altenatif " Tatiana Lukman
"Epistimogi kiri" oleh Listyono Santoso dkk
"Materialisme Dialektis sebuah kajian tentang marxisme dan filsafat kontemporer" Martin Surajaya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar